Tangkap Peluang Ekspor Di AS & Eropa

KONTAN.CO.ID - 

JAKARTA. Perang dagang antara Amerika Serikat dengan China memiliki implikasi positif pada perdagangan karet Indonesia. Pasalnya AS masih memiliki kebutuhan bahan baku karet untuk memenuhi kebutuhan ban dalam negeri.

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Moenardji Soedargo secara historis AS merupakan negara tujuan ekspor karet Indonesia sejak lama.

Baca Juga

Kecuali pada tahun 2017 di mana AS disalip China untuk pertama kalinya, tapi besaran volume ke AS tetap stabil. Oleh karena itu, di hadapan tekanan perang dagang antara AS dan China terdapat potensi karet Indonesia justru bisa naik.

"Saya kira sesuai policy Trump "America First", pabrikan ban di AS akan menggeliat produksinya mengisi pasar ban mereka sekalian menggantikan pasokan ban dari China yang sekarang kena impor tarif mahal," kata dia saat dihubungi Kontan.co.id, Selasa (14/8)

Moenardji menuturkan efek dari perang dagang antar kedua negara tersebut akan membuat ban-ban China yang masuk AS dikenai tarif mahal. Hal tersebut bakal menyebabkan produktivitas pabrik China turun. Kemudian kondisi ini akan diperparah dengan China meningkatkan tarif impor karet sintetis dari AS.

Dengan pertimbangan tersebut, Moenardji menyampaikan Indonesia jadi punya peluang besar memperbesar pagu ekspor ke AS. Apalagi pabrik ban AS sudah familiar dengan karet RI.

Oleh karena itu bila benar terjadi ketegangan perang dagang yang berefek pada pembatasan ekspor, Moenardji berharap pemerintah dapat merundingkan komoditas karet dengan baik. "Gapkindo pun berencana melakukan misi dagang ke AS mengambil kesempatan ini," kata dia singkat.

Mengutip informasi dari Gapkindo, sektor otomotif AS terus mengalami kenaikan. Hal ini terlihat dari penjualan kendaraan di Amerika Serikat secara keseluruhan di bulan Juni 2018 mencapai 17,47 juta unit lebih tinggi dibandingkan dengan bulan sebelumnya sebesar 16,91 juta unit.

Produsen mobil AS melaporkan peningkatan penjualan pada Juni, karena konsumen terus meminta kendaraan sport dalam jumlah yang lebih besar di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan mitra dagangnya.

Adapun Gapkindo juga melaporkan produksi pada periode Januari-Mei 2018 mengalami peningkatan sebesar 7,7% menjadi 5,3 juta ton.

Angka ini memperlihatkan bahwa telah terjadi sedikit penurunan sebesar 570.000 ton pada periode lima bulan pertama di tahun 2018. Sepanjang 2018, produksi dunia diantisipasi akan meningkat sebesar 6,1% menjadi 14,2 juta ton.

Kemudian mengutip data Kementerian Perdagangan, ekspor karet dan barang dari karet pada periode Januari-Mei 2018 mencapai US$ 2,84 miliar atau setara 4,17% dari nilai ekspor komoditas non migas pada periode tersebut. Angka ini turun 21,4% dibandingkan periode sama tahun lalu di US$ 3,61 miliar.

Reporter: Tane Hadiyantono

Editor: Yudho Winarto

Source : http://industri.kontan.co.id/news/perang-dagang-as-china-bisa-jadi-kesempatan-ekspor-karet

Perang dagang AS-China bisa jadi kesempatan ekspor karet
Ambil peluang perang dagang AS - China, Indonesia siap rebut pasar tekstil
Erdogan Kritik Keras 'Perang Ekonomi' AS
Mendag Galang Dukungan Pengusaha AS Kaji Ulang Kebijakan GSP
Indonesia terus melobi AS demi bea masuk 0%
Mendag Targetkan RI Rebut Pasar Tekstil AS dari China
Lira Naik, Krisis Turki Belum Berujung
Soal Lira, Cina, Qatar, Jerman, Prancis dan Rusia Dukung Turki
AS minta kompensasi US$ 350 juta ke RI atas sengketa dagang hortikultura
Mendag Manfaatkan Peluang saat Terjadi Perang Dagang
[LIMITED STOCK!] Related eBay Products