Jual Senpi Rakitan, Seorang Warga Lumajang Dibekuk

Surabaya - Joni Mahendra (35), pembuat dan penjual senjata api (senpi) genggam dari airsoft gun yang dirakit menjadi senpi mematikan, warga Dusun Krajan, Desa Jarit, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jatim, mengaku menjual produk ilegalnya senilai Rp 6 juta per unit. Ia mampu merakit senpi genggam hanya belajar melalui internet. Dari softgun kemudian diubah di bagian tertentu dan menjadi senpi layaknya senpi asli yang beramunisi tajam mematikan.

“Pemantiknya tetap menggunakan gas, tetapi amunisi (peluru tajam) yang dipakai benar-benar amunisi asli sebagaimana layaknya senpi genggam pistol dan sejenisnya,” ujar Kombes Pol Agung Yudha Wibowo, Direktur Ditreskrim Umum Polda Jatim dalam keterangan persnya di Mapolda Jatim, Surabaya, Selasa (6/11).

Dengan didampingi Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera, lebih lanjut Kombes Pol Agung Yudha Wibowo mengungkapkan, bahwa jika pemesan memiliki sendiri softgunnya, maka ongkos merubah menjadi senpi genggam dipatok harga Rp 2,8 juta per unit. “Kalau langsung pesan beli utuh langsung senpi genggam, harganya Rp 6 juta,” ujar Agung Yudha Wibowo sambil membenarkan, terungkapnya kasus penjual senpi rakitan itu setelah Joni yang hanya lulusan sekolah dasar (SD) itu mengirim paket senpi ilegal rakitannya itu ke calon pembelinya di Jakarta.

“Ketika paketnya akan diangkut via pesawat udara dari Bandara Juanda, petugas keamanan bandara mendeteksi adanya senpi ilegal yang dikirim Joni dari Lumajang. Temuan senpi ilegal itu kemudian dilaporkan ke Polda Jatim dan kita tangani,” ujar Agung Yudha Wibowo lagi. Tersangka Joni mengaku ia membeli softgun melalui toko online. Setelah itu, ia bongkar dan mencoba-coba merakitnya menjadi senpi asli.

Ia mengaku menjual senpi rakitannya kepada rekan-rekannya anggota Perbakin di Lumajang. Dia mengaku masuk komunitas (bukan anggota) itu sejak Januari 2018. Namun untuk belajar merakit senpi, baru Juli yang lalu. Rencananya akan ia jual ke anggota Perbakin Lumajang dan atau pemesannya via online, ujar Joni. Namun, Agung Yudha menampik jika Joni merupakan anggota Perbakin. Dia hanya mengaku-aku saja.

Perampok

Sementara itu Subdit III Jatanras Direskrimum Polda Jatim juga berhasil membekuk enam orang tersangka pelaku perampokan pemilik toko emas Slamet Hariyanto (43) di Kabupaten Sumenep senilai Rp 3,7 miliar. Kawanan perampok yang beraksi awal Oktober 2018 baru lalu itu berhasil memperdayai saksi korban Slamet Hariyanto yang berboncengan motor bersama keponakannya, Januar Elya Safitri (18) usai jualan keliling Pasar Krempyeng di salah satu kecamatan di Kabupaten Sumenep.

“Mereka berenam berboncengan tiga sepeda motor, terdiri dari Satiin (39), Odi, (51), Jatim (33), dan Kosin (56) yang merupakan warga Bangkalan, Madura. Tiga dari empat tersangka kita tangkap dengan tembakan pelumpuhan karena mereka memiliki senjata api genggam rakitan. Dua lainnya masih kita buru,” ujar Direskrimum Polda Jatim Kombes Pol Agung Yudha Wibowo. Dari pengakuan para tersangka diungkapkan, bahwa sebelum merampok sasarannya, mereka sengaja mempelajari kebiasan pemilik toko emas yang juga berjualan emas keliling di pasar-pasar tertentu.

Para pelaku yang gagal menembakkan senpi genggam rakitan, kemudian membacok lengan Safitri hingga luka parah. Pelaku membetot tas warna cokelat yang berisi uang Rp 200 juta dan tas travel merah berisi aneka perhiasan emas dengan berat sekitar tujuh kilogram. Usai mendapatkan hasil rampokan, keenam pelaku langsung membaginya dan di antara pelaku menggunakan uang hasil rampokan itu untuk membangun rumah.

Source : http://www.beritasatu.com/nusantara/520972-jual-senpi-rakitan-seorang-warga-lumajang-dibekuk.html

Jual Senpi Rakitan, Seorang Warga Lumajang Dibekuk
Warga Lumajang Jual Senpi Rakitan, Ini Barang Bukti yang Disita
[LIMITED STOCK!] Related eBay Products