Hadapi Industri 4.0, Kemenperin Genjot Kompetensi SDM Industri

Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memacu kompetensi sumber daya manusia (SDM) di sektor industri manufaktur sesuai implementasi peta jalan Making Indonesia 4.0. Peningkatan kualitas tenaga kerja ini untuk mendongkrak produktivitas.

“Guna mendorong pertumbuhan industri, ada tiga hal yang utama, yaitu investasi, teknologi, dan SDM. Kalau investasi dan teknologi, itu bisa kita dapatkan atau beli, sedangkan SDM yang terampil harus kita siapkan terutama dalam menghadapi era digital saat ini,” kata Sekretaris Jenderal Kemenperin Haris Munandar pada acara Wisuda Lulusan Politeknik STTT Bandung, Selasa (6/11), seperti dilansir siaran pers Kemenperin.

Sekjen menyebutkan, penggunaan teknologi industri 4.0 di antaranya berbasis artificial intelegent, internet of things, wearable (augmented reality atau virtual reality), advance robotic dan 3D printing. “Teknologi tersebut mampu meningkatkan efisiensi dan produktivitas agar industri nasional mempunyai daya saing di pasar domestik maupun global,” ujar dia.

Dalam rangka menciptakan tenaga kerja yang sesuai kebutuhan dunia industri saat ini, Kemenperin telah meluncurkan program pendidikan vokasi yang link and match antara sekolah menengah kejuruan (SMK) dengan industri di beberapa wilayah di Indonesia. “Hingga saat ini, sebanyak 609 industri dan 1.753 SMK telah terlibat dalam program tersebut. Kegiatan ini akan kami terus digulirkan,” tutur Haris.

Dari program pendidikan vokasi itu, Kemenperin juga sudah melakukan penyelarasan sebanyak 35 program studi yang dibutuhkan industri saat ini untuk diterapkan pada kurikulum di SMK. “Kami meredesain kurikulum yang konvensional untuk diperbarui sesuai dengan industri 4.0. Program studi itu di antaranya ada teknik ototronik, audio video, dan robotik yang tengah dibutuhkan oleh sektor industri otomotif,” imbuh dia.

Sekjen optimistis, upaya-upaya tersebut dapat meningkatkan kinerja industri nasional. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang pada kuartal III-2018 naik 5,04% dari periode sama tahun lalu. Peningkatan tersebut terutama disebabkan naiknya produksi industri pakaian jadi sebesar 23,13%.

Di samping itu, pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang kuartal III-2018 mencapai 4,13% dari kuartal sebelumnya. Industri yang mengalami kenaikan produksi tertinggi adalah kendaraan bermotor, trailer dan semitrailer sebesar 15,11%.

Adapun pertumbuhan produksi industri manufaktur mikro dan kecil triwulan III-2018 mencapai 3,88% dari kuartal III tahun lalu. Peningkatan tersebut terutama disebabkan naiknya produksi industri logam dasar, sebesar 18,64%. Sementara itu, sektor yang mengalami kenaikan pertumbuhan produksi tertinggi adalah industri pengolahan tembakau, sebesar 32,36%.

Source : http://www.beritasatu.com/ekonomi/520885-hadapi-industri-40-kemenperin-genjot-kompetensi-sdm-industri.html

Hadapi Industri 4.0, Kemenperin Genjot Kompetensi SDM Industri
[LIMITED STOCK!] Related eBay Products