Belajar Jadi Orang Kaya Dari Ruben Onsu, Pemilik Geprek Bensu

Mendengar kata Geprek Bensu, pasti yang terlintas dibenak adalah nama presenter kondang Ruben Onsu. Sudah tenar, Ruben sukses membangun bisnis kuliner I Am Geprek Bensu. Menu ayam krispi, digeprek atau dipukul, dan disajikan dengan sambal ini sudah akrab di lidah masyarakat Indonesia, terutama kids zaman now.

Mulanya sih niat membantu peternak ayam lokal, tapi artis yang suka ngebanyol ini justru malah kebanjiran rezeki dari bisnis kuliner tersebut. Bagaimana tidak, baru setahun lebih berjalan, gerai Geprek Bensu sudah berkembang pesat. Dari satu gerai di kawasan Pademangan, Jakarta Utara di Maret 2017, kini jumlahnya mencapai sekitar 82 gerai yang tersebar di seluruh Indonesia.

Hebatnya lagi, ayam geprek ini go internasional. Ruben dan istrinya Sarwendah melebarkan sayap Geprek Bensu hingga ke mancanegara. Perdana, bisnis ayam kekinian ini hadir di Causeway Bay, Hong Kong. Selanjutnya akan menyusul ke negara lain, yakni Singapura, Thailand, Taiwan, Dubai, dan Amsterdam.

 

Tips Bisnis Kuliner Bagi PemulaAyam Geprek Bensu via Facebook Geprek Bensu© Disediakan oleh PT. Dwi Cermat Indonesia Ayam Geprek Bensu via Facebook Geprek Bensu

Paket Ayam Geprek Bensu via Facebook Geprek Bensu

Kesuksesan bisnis ayam Geprek Bensu tidak terlepas dari kerja keras seluruh tim, termasuk sang owner Ruben Onsu. Di tengah kesibukannya, Ayah dari Thalia Putri Onsu ini terjun langsung memantau dan mengelola kerajaan bisnisnya. Mungkin sekarang ini, Ruben malah lebih sibuk ngurusin harga cabai dan ayam, ketimbang pekerjaannya menghibur penonton.

Ada beberapa resep sukses membesarkan bisnis Geprek Bensu dan bisa kamu coba untuk memulai usaha ayam geprek atau usaha kuliner lain, yaitu:

1. Modal yang Kuat 

Modal bukan lagi hal yang sulit bagi Ruben Onsu. Maklum lah ya, penghasilan Ruben dari cuap-cuap, menyanyi, ngelawak, baik on air maupun off air sangat cukup untuk membiayai bisnis Geprek Bensu. Termasuk membuka outlet di negara lain. 

Bagi kamu yang ingin membuka usaha, modal uang memang diperlukan. Kalau kamu punya tabungan, kamu bisa pakai simpanan tersebut sebagai modal usaha. Jika masih kesulitan, kamu bisa mengajukan Kredit Tanpa Agunan (KTA). Utang untuk kegiatan produktif tak mengapa. Setiap pendapatan yang masuk, jangan lupa sisihkan untuk mencicil utang tersebut. 

Modal penting lainnya dalam berbisnis, yaitu ide, inovasi, mampu membaca peluang pasar, serta memiliki tujuan atau target yang jelas dalam berbisnis.

2. Manajemen yang Bagus

Ruben Onsu dalam menjalani bisnis Geprek Bensu dibantu ribuan karyawannya. Tanpa semangat dan kerja keras mereka, tempat makan berlambang ayam jago ini tidak akan pernah sebesar sekarang. Seluruh kegiatan dari hulu ke hilir Geprek Bensu begitu terkoordinir. 

Tentunya pemilik juga mempunyai peran besar dalam memberi dorongan kepada seluruh tim agar mampu bekerja dengan penuh rasa tanggung jawab. Pada akhirnya, tujuan perusahaan dapat tercapai, baik dari segi profit maupun tujuan yang lain.

Manajemen bisnis juga sangat diperlukan supaya rencana-rencana yang sudah disusun dengan matang berjalan dengan baik untuk dapat mencapai target. Dalam hal ini pun, kamu sebagai pemula harus bisa mengantisipasi berbagai kemungkinan berbagai risiko dalam berbisnis.

3. Strategi Promosi yang Tepat

Awalnya, Ruben hanya mempromosikan Geprek Bensu dari instagramnya. Siapa sangka, bisnisnya moncer, ayam gepreknya laku keras, bahkan viral. Media sosial saat ini begitu dahsyat untuk memasarkan sebuah produk. Geprek Bensu juga terdaftar sebagai merchant di Go-Jek, bahkan salah satu makanan dengan orderan terbanyak.

Bagi kamu yang baru mulai bisnis kuliner, cobalah menggunakan strategi promosi via medsos. Bikin akun medsos, unggah foto dan konten menarik tentang produk kamu. Selain jualan online di jejaring sosial, kamu juga bisa mendaftar menjadi merchant transportasi online sehingga memperluas pemasaran.

4. Jangan Ambil Untung Terlalu Besar

Dari paket ayam geprek yang dijual mulai harga Rp15 ribu per boks, Ruben hanya mengambil untung Rp1.000 per boks. Dari situ saja, Pria berusia 34 tahun itu bisa mengantongi keuntungan bersih minimal Rp6 juta per hari, di luar pesanan khusus untuk berbagai acara.

Bagi kamu yang baru merintis usaha, coba deh pakai prinsip biar untung tipis, asal laku banyak. Daripada untung besar, tapi lakunya sedikit. Namanya juga lagi cari pasar, berjuang memperkenalkan produknya supaya diterima dan disukai konsumen, jadi jangan harapkan untung besar dulu.  

5. Selalu Menganggap Konsumen adalah Raja

“Konsumen adalah Raja,” ungkapan ini mungkin selalu tertanam dalam diri pengusaha. Bagaimanapun perlakuan konsumen, mereka adalah raja yang harus dilayani. Setiap kepuasan mereka, akan menjadi kesenangan bagi seorang pengusaha.

Dari seluruh strategi promosi dan pemasaran, satu lagi yang tak kalah dahsyat adalah promosi dari mulut ke mulut pelanggan yang senang dengan produk dan pelayanan kita.

Yakinlah Kamu Bisa Sukses

Jangan karena Ruben artis, kamu bukan, lalu tak percaya diri untuk memulai dan menjalankan bisnis. Dengan tekad, semangat, dan kerja keras, siapapun bisa mereguk hasilnya. Banyak kok pengusaha yang bukan berasal dari kalangan selebriti, mampu membangun kerajaan bisnis dari nol.

Kalau orang lain saja bisa, kamu juga pasti bisa. Yang penting mau berusaha, tidak mudah menyerah, dan selalu optimistis merupakan kunci dari keberhasilan.

 

Source : https://www.msn.com/id-id/ekonomi/ekonomidanbisnis/belajar-jadi-orang-kaya-dari-ruben-onsu-pemilik-geprek-bensu/ar-BBLDlJV?li=AAfuAgL

Belajar Jadi Orang Kaya Dari Ruben Onsu, Pemilik Geprek Bensu
Perjuangan Catur Bambang 3 Tahun Belajar Modifikasi Motor Difabel
[LIMITED STOCK!] Related eBay Products