Tren Membeli Kopi Indonesia Via Online Terus Naik

Dolar Amerika Serikat (AS) terus menenggelamkan nilai tukar rupiah hingga jatuh ke level Rp15.200 atau terendah sepanjang sejarah. Di tengah gejolak kondisi pasar saat ini, masyarakat Indonesia termasuk generasi milenial dapat membantu penguatan mata uang Garuda dengan membeli Obligasi Negara Ritel (ORI) seri 015 yang menawarkan bunga 8,25% per tahun.  

ORI015 adalah seri teranyar ORI yang baru saja diterbitkan pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan. Mau tahu banyak soal obligasi negara ini? Begini penjelasannya.

Baca Juga: Jangan Ragu, Investasi Emas Masih Untung Saat Rupiah Buntung

 

Pengertian ORI Pengertian ORI © Disediakan oleh PT. Dwi Cermat Indonesia Pengertian ORI

Pengertian ORI via kemenkeu.go.id

Pengertian ORI (Obligasi Negara Ritel) adalah salah satu instrumen pembiayaan negara yang ditawarkan kepada individu atau perorangan WNI melalui mitra distribusi di pasar perdana. Jadi Anda yang bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS), pegawai swasta, ibu rumah tangga, sampai generasi milenial bisa menggenggam ORI.

Penawaran ORI sudah memasuki seri ke-15. Pemerintah menjual ORI015 secara ritel atau ketengan sebagai sumber pembiayaan di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018. Tentu saja hasil dari penjualan yang ditargetkan sekitar Rp10 triliun akan dialokasikan untuk membiayai dana pengembangan di bidang pendidikan.

Selain membantu negara, kehadiran ORI015 dapat memperluas basis investor ritel domestik. Dengan begitu, ketika modal asing cabut, pasar obligasi pemerintah tetap aman lantaran ditopang investor lokal yang kuat.  

Kupon 8,25% dan Modal Investasi Minimal Rp1 Juta

Berinvestasi pada ORI015 tidak menguras kantong. Dengan modal minimal Rp1 juta dan kelipatannya, Anda sudah dapat membeli surat utang tersebut. Untuk maksimum pemesanan dibatasi Rp3 miliar.

Sementara untuk imbal hasil yang ditawarkan cukup menggiurkan 8,25% per tahun dengan jatuh tempo 3 tahun (36 bulan). Besaran kupon tersebut lebih tinggi dari imbal hasil obligasi pemerintah dengan tenor yang sama sebesar 7,9%, berdasarkan data Indonesia Bond Pricing Agency (IBPA) per 11 Oktober 2018.

Kupon ORI015 pun menarik karena lebih tinggi dibanding rata-rata tingkat bunga deposito bank BUMN. Rata-rata bunga deposito rupiah bank mengacu pada benchmark Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sebesar 5,70% pada akhir Agustus 2018 atau naik 9 bps dari posisi Juli lalu. Rata-rata bunga minimum di periode yang sama naik 5 bps menjadi 4,81%.

Sedangkan rata-rata bunga deposito valas naik 8 bps, maksimal 13 bps dan minumum naik 3 bps. Jika Anda resmi tercatat sebagai investor ORI015, maka kupon pertama akan dibayarkan pemerintah pada 15 November 2018. Kemudian pembayaran kupon berikutnya pada tanggal 15 setiap bulan.

Oh ya, karena karakteristik ORI dapat diperdagangkan di pasar sekunder, maka ada masa minimum holding period (MHP) 2 kali periode pembayaran kupon. Artinya, investor tidak harus memegang investasi ORI15 selama 3 tahun.

Investor dapat memindahbukukan atau menjualnya di pasar sekunder setelah 2 kali periode pembayaran kupon. Jadi kalau pembayaran kupon pertama pada 15 November 2018, maka tahap kedua jatuh pada 15 Desember 2018 dan ORI015 baru mulai boleh dijual. 

            

1

Masa Penawaran

4-25 Oktober 2018

2

Bentuk

Obligasi negara tanpa warakat, dapat diperdagangkan di pasar sekunder dan hanya antar investor domestik/lokal yang mengacu pada digit ketiga kode Nomor Tunggal Identitas Pemodal (Single Investor Identification/SID)

3

Tanggal Penjatahan

29 Oktober 2018

4

Tanggal Setelmen

31 Oktober 2018

5

Tanggal Jatuh Tempo

15 Oktober 2021 (tenor 3 tahun)

6

Holding Period

2 periode pembayaran kupon dan dapat dipindahbukukan mulai 15 Desember 2018

7

Minimum Pemesanan

Rp1 juta dan kelipatan Rp1 juta

8

Maksimum Pemesanan

Rp3 miliar

9

Kupon

8,25% per tahun

10

Pembayaran Kupon

Tanggal 15 setiap bulan

11

Pembayaran Kupon Pertama Kali

15 November 2018

Simulasi Perhitungan Investasi ORI015 

Contoh I

  • Investasi ORI015 senilai Rp5.000.000
  • Kupon 8,25% per tahun
  • Imbal hasil kotor per tahun: Rp5.000.000 x 8,25% = Rp412.500
  • Per bulannya: Rp412.500: 12 = Rp34.375
  • Pajak ORI 15% = Rp34.375 x 15% = Rp5.156
  • Keuntungan bersih per bulan : Rp34.375 – Rp5.156 = Rp29.219
  • Imbal hasil dari kupon selama 3 tahun = Rp29.219 x 36 bulan = Rp1.051.884
  • Nilai hasil investasi yang Anda terima di akhir tahun ke-3 = Rp5.000.000 + Rp1.051.884 = Rp6.051.884

Contoh II

  • Investasi ORI015 senilai Rp100.000.000
  • Kupon 8,25% per tahun
  • Imbal hasil kotor per tahun: Rp100.000.000 x 8,25% = Rp8.250.000
  • Per bulannya: Rp8.250.000 : 12 = Rp687.500
  • Pajak ORI 15% = Rp687.500 x 15% = Rp103.125
  • Keuntungan bersih per bulan : Rp687.500 – Rp103.125 = Rp481.250
  • Imbal hasil dari kupon selama 3 tahun = Rp481.250 x 36 bulan = Rp17.325.000
  • Nilai hasil investasi yang Anda terima di akhir tahun ke-3 = Rp100.000.000 + Rp17.325.000 = Rp117.325.000

Baca Juga: Daripada Jajan Kopi, Mending Milenial Beli Rumah Lewat KPR BTN Gaeesss

Keuntungan dan Risiko

Keuntungan Investasi ORI015:

  1. Aman karena pembayaran kupon dan pokok dijamin oleh negara. Jadi tidak ada risiko gagal bayar
  2. Imbal hasil menarik karena lebih tinggi dari rata-rata deposito. Pajak ORI pun lebih rendah sebesar 15%, sedangkan deposito kena pajak 20%.
  3. Mudah dicairkan karena dapat diperjualbelikan di pasar sekunder maupun di organizedOTC melalui Electronic Trading Platform (ETP)
  4. Kupon dengan tingkat bunga tetap sampai waktu jatuh tempo, apapun kondisi pasar
  5. Investasi ringan minumum Rp1 juta
  6. Berpotensi memperoleh keuntungan atau capital gain apabila dijual di atas harga Par (harga awal obligasi). Contoh Anda sebelumnya membeli ORI dengan harga par 100%, kemudian dijual kembali pada harga par 101% atau 102%, Anda bisa untung.

Risiko Investasi ORI015:

1. Risiko Likuiditas

Risiko likuiditas adalah potensi risiko yang muncul akibat kebutuhan dana tunai pada saat ORI015 belum jatuh tempo

2. Risiko Pasar

Risiko Pasar adalah potensi kerugian apabila terjadi kenaikan tingkat bunga yang menyebabkan penurunan harga ORI015 di pasar sekunder. Kerugian (capital loss) hanya dapat terjadi jika investor menjual ORI015 di pasar sekunder sebelum jatuh tempo pada saat harga pasar di bawah harga belinya.

Tertarik Jadi Investor ORI015? Begini Caranya Tertarik Jadi Investor ORI015? Begini Caranya © Disediakan oleh PT. Dwi Cermat Indonesia Tertarik Jadi Investor ORI015? Begini Caranya

Tertarik Jadi Investor ORI015? Begini Caranya

Sebelum mengetahui langkah mudah berinvestasi ORI015, berikut ini 17 mitra distribusi atau agen yang ditunjuk pemerintah untuk menjual surat utang negara tersebut:

1. Bank BRI         11. Standard Chartered Bank

2. Bank BCA          12. Bank Mandiri

3. CIMB Niaga         13. Bank BNI

4. Bank DBS Indonesia    14. Commonwealth Bank

5. Bank HSBC Indonesia    15 Bank Maybank Indonesia

6. Bank OCBC NISP     16. Bahana Sekuritas

7. Bank BTN          17. Trimegah Sekuritas

8. Bank Danamon Indonesia

9. Bank Panin

10. Bank Permata

Kalau kamu ingin menjadi investor ORI015, caranya mudah:

1. Datangi kantor pusat atau cabang mitra distribusi yang sudah ditunjuk

2. Membuka rekening dana pada salah satu bank umum dan rekening surat berharga pada salah satu sub-registry atau partisipan/nasabah sub-registry. Sub-Registry, yaitu bank dan lembaga kustodian yang ditunjuk Bank Indonesia untuk melakukan pencatatan kepemilikan surat berharga, termasuk SUN untuk kepentingan nasabah.

3. Sediakan dana yang cukup sesuai jumlah pesanan untuk membeli ORI015

4. Mengisi formulir pemesanan. Kemudian diserahkan beserta fotokopi KTP yang masih berlaku dan bukti setor kepada mitra distribusi

5. Menerima tanda terima bukti penyerahan dokumen dari mitra distribusi

6. Anda bisa mengisi formulit minat investasi ORI015 melalui https://www.kemenkeu.go.id/ori. Pihak Kemenkeu akan menghubungkannya ke agen penjual yang Anda pilih.

Yuk, Mulai Belajar Investasi dari ORI

Produk ORI015 sangat cocok bagi pemula yang baru mulai belajar investasi. Jika masih takut menanamkan modal pada instrumen saham yang memiliki risiko besar, Anda bisa mencoba membeli Surat Utang Negara (SUN) ritel tersebut. Selain minim risiko dan banyak untungnya, investasi ORI015  sama saja turut berpartisipasi mendukung pembiayaan pembangunan nasional.

Baca Juga: 8 Artis Ini Makin Tajir Berkat Investasi Saham

Source : https://www.msn.com/id-id/news/other/memahami-obligasi-negara-ritel-ori015-investasi-bermodal-rp-1-juta-untuk-milenial/ar-BBOr9CX

Memahami Obligasi Negara Ritel ORI015, Investasi Bermodal Rp 1 Juta untuk Milenial
[LIMITED STOCK!] Related eBay Products