Jadi Korban Penipuan Online? Begini Cara Melaporkannya

Maraknya perbincangan pinjaman uang online di perusahaan fintechPeer to Peer Lending atau P2P Lending membuat banyak orang yang berlomba-lomba untuk meminjam uang. Bagaimana tidak? Pinjaman uang online ini tidak butuh proses yang lama untuk mencairkan uangnya, melainkan hanya butuh sekejap uang langsung cair ke rekening si peminjam.

Semakin maraknya perusahaan fintech P2P Lending, OJK (Otoritas Jasa Keuangan) langsung menindak lanjuti dengan menerbitkan POJK (Peraturan Otoritas Jasa Keungan) berupa aturan mengenai layanan pinjam meminjam uang di P2P Lending.

Dalam POJK P2P Lending terkandung beberapa aturan dengan pertimbangan banyak aspek antara lain kelembagaan, penyelenggaraan fintech, produk, penggunaan teknologi informasi, perjanjian, dan lainnya.

Gerak cepat yang dilakukan OJK ini merupakan sebagai bentuk upaya menjaga stabilitas sistem keuangan dan perlindungan konsumen. Bukan hanya itu saja, OJK juga memberikan tips-tips cerdas yang perlu disimak bagi Anda yang ingin meminjam uang di perusahaan fintech P2P Lending, di antaranya:  

 

1. Pastikan Meminjam di Perusahaan Terdaftar/Berizin di OJKojk© Disediakan oleh PT. Dwi Cermat Indonesia ojk

Logo OJK via 237desain.blogspot.com

Trennya meminjam uang online di perusahaan fintech P2P Lending, bisa kemungkinan besar munculnya oknum-oknum jahat yang ingin melakukan penipuan dengan mengatasnamakan pinjaman online. Untuk menarik perhatian korban, pada umumnya si pelaku akan menawarkan dengan iming-iming bunga kecil atau mendapat hadiah dan sebagainya.

Bagi Anda yang ingin meminjam uang di fintech, tetaplah waspada. Sebaiknya, jangan mudah dengan iming-iming yang tidak masuk akal. Pilihlah perusahaan fintech P2P Lending yang memang sudah terdaftar dan mendapatkan izin OJK.

Anda bisa langsung mengunjungi laman OJK untuk mencari tahu menyoal perusahaan fintech P2P Lending yang terdaftar dan berizin (https://www.ojk.go.id/id/berita-dan-kegiatan/publikasi/Pages/Penyelenggara-Fintech-Terdaftar-di-OJK-per-Agustus-2018.aspx )

Baca Juga: Makin Menggurita, Ini Aturan Baru Pengawasan Fintech di Indonesia

2. Pinjam Sesuai Kebutuhan

Salahnya kebanyakan orang yang melakukan kegiatan pinjaman uang online adalah meminjam uang dengan jumlah yang besar tanpa memikirkan bunga yang besar dan kemampuan dalam membayar cicilan tagihannya. Hal ini sering ditemukan, peminjam uang yang tidak bisa membayar tagihannya yang pada akhirnya membuat utangnya semakin menumpuk.

Untuk menghindari kondisi tersebut, OJK sangat menganjurkan bagi Anda yang ingin meminjam uang di fintech agar pinjaman yang diajukan sesuai dengan kebutuhan. OJK pun memberikan patokan maksimal sebesar 30% dari penghasilan yang didapat. Tujuannya, tentu agar memudahkan Anda dalam membayar tagihan setiap bulannya.

Misalnya saja, bila penghasilan Anda per bulannya Rp5 juta, maka uang yang dipinjam seharusnya sekitar: Rp5 juta x 30% = Rp1.500.000.

Namun, ini kembali lagi pada diri masing-masing menyoal jumlah uang yang ingin dipinjamkan dari perusahaan fintech P2P Lending. Boleh-boleh saja meminjam dengan nominal yang lebih dari 30% itu, asalkan lakukan pertimbangan terlebih dahulu apakah ada tanggungan lain yang harus dibayarkan. Bila ada beberapa tagihan, sebaiknya tetapkanlah jumlah pinjaman sewajarnya.

3. Lunasi Cicilan Tepat Waktubayar tagihan© Disediakan oleh PT. Dwi Cermat Indonesia bayar tagihan

Lunasi cicilan tepat waktu

Membayar cicilan atau tagihan tepat pada waktunya tentu akan membuat Anda menjadi lebih tenang. Sebab, tagihan dibayarkan sesuai dengan ketentuan waktu yang sudah ditetapkan sejak awal.

Tapi beda halnya bila Anda melakukan pembayaran lewat pada waktu yang ditetapkan, maka tak bisa dipungkiri bunga akan terus berjalan yang menyebabkan jumlah tagihan akan terus membengkak.

Agar tidak lupa dengan jadwal tagihan, tak ada salahnya siapkan uang yang harus dibayarkan sejak awal. Kemudian beri tanda di setiap kalender yang ada di rumah, ataupun meja kantor. Lebih mudahnya lagi, setting alarm kalender menyoal pembayaran cicilan pada smartphone.

Baca Juga: Ingat-Ingat! Kenali Fintech yang Sudah Kantongi Izin Bank Indonesia

4. Jangan Lakukan Gali Lubang dan Tutup Lubang

“aduh, gak ada uang buat bayar cicilan A. Pinjam saja deh, ke yang lain”. Tak sedikit orang yang melakukan seperti itu, belum memiliki uang untuk bayar tagihan dan tanpa berpikir panjang orang tersebut meminjam lagi ke tempat lain. Hal ini dikenal dengan istilah gali lubang, tutup lubang.

Padahal bila dicermati, perilaku tersebut tidak akan membuat tagihan Anda cepat terlunasi, Justru akan membuat banyak tagihan yang mungkin saja akan menyusuhkan Anda ketika harus melunasi tagihan. Bila situasi ini tidak dihentikan, maka bisa saja di kemudian hari terlilit utang yang menumpuk plus bunganya.

Untuk menghindari hal tersebut, jadikan cicilan bulanan tersebut sebagai hal yang harus diprioritaskan dalam kebutuhan. Jadi, setelah menerima gaji bisa langsung membayar cicilan tersebut.

5. Ketahui Bunga dan Denda Pinjamanpersen© Disediakan oleh PT. Dwi Cermat Indonesia persen

Ketahui bunga dan pinjaman

Sampai sekarang ini, tak sedikit orang yang masih mengabaikan besaran bunga dan denda pinjaman yang ditetapkan masing-masing perusahaan fintech. Padahal, bunga dan denda tersebut akan berpengaruh pada jumlah tagihan yang harus dibayarkan setiap bulannya. Semakin besar bunga dan jumlah denda yang ditetapkan, maka semakin besar pula tagihan yang akan dibayarkan.

Hal pertama yang seharusnya dilakukan si peminjam adalah lakukan survei terlebih dahulu di beberapa perusahaan fintech P2P Lending menyoal kisaran bunga dan denda yang ditetapkan. Pilihlah, perusahaan fintech P2P Lending yang menawarkan bunga dan denda lebih rendah dari yang lainnya. Dengan begitu, akan meringankan Anda disaat melakukan pembayaran cicilan setiap bulannya.

Jadilah Peminjam Uang Online yang Cerdas

Dengan adanya pinjaman online di fintech P2P Lending memang sangat memudahkan seseorang yang sedang membutuhkan dana darurat atau modal untuk membuka usaha. Namun, sebagai peminjam jangan hanya tahu menyoal uang bisa cair dengan cepat saja, ada poin-poin penting lainnya yang memang harus diperhatikan. Hal ini akan menjadikan Anda sebagai peminjam yang cerdas, sehingga kegiatan selama proses peminjaman berlangsung bisa berjalan dengan lancar.

Baca Juga: Millenial Ketahui Dulu, ini Keuntungan dan Risiko Investasi di Fintech

Source : https://www.msn.com/id-id/news/other/ketahui-tips-aman-pinjam-uang-di-fintech-p2p-lending/ar-BBP5aDu

Ketahui Tips Aman Pinjam Uang di Fintech P2P Lending
[LIMITED STOCK!] Related eBay Products