Bikin Satu Mobil Ikonik Ini Butuh Waktu Tiga Hari

detikTravel Community - Liburan ke kawasan Golden Triangle dan Kashmir di India, banyak yang bisa dieksplor. Berikut ini aneka destinasi di kawasan tersebut yang sayang dilewatkan.

Setelah menguatkan tekad dan segera ingin membunuh rasa penasaran kami tentang India, akhirnya kami pun berangkat. Oktober adalah bulan yang kami pilih untuk menjelajahi India, di mana cuaca tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin.

Selain ingin menjelajahi Golden Triangle yang wajib dikunjungi, kami juga berencana untuk menjelajahi daerah Kashmir. Untuk yang belum tahu Golden Trianglenya India saya akan memberikan penjelasan sedikit di sini.

Kalau melihat peta India, untuk kota New Delhi, Agra, dan Jaipur akan membentuk suatu segitiga. Karena itulah ketiga kota ini sering disebut sebagai Golden Trianglenya India. Long story short berikut akan saya ceritakan tentang perjalanan pertama kami di India. Kami mencoba untuk jalan sendiri lho alias tidak pake jasa tour and travel.

Kota Jaipur adalah kota pertama yang kami pilih untuk dikunjungi di India. Jaipur kota yang penuh dengan sejarah. Selain Hawa Mahal yang sudah terkenal keindahannya, di sana juga banyak benteng-benteng untuk melindungi kotanya zaman dahulu.

Selama di Jaipur kami menyewa taksi harian (8 jam), taksi tersebut mengantar ke mana saja selama masih di Jaipur dan tidak lewat dari 8 jam. Jika lewat dari 8 jam akan kena charge lagi tentunya.

Albert Hall Museum tempat pertama yang kami kunjungi, ini adalah museum tertua di Rajasthan. Kemudian dilanjutkan mengunjungi Hawa Mahal. Hawa Mahal adalah satu-satunya bangunan tertinggi yang berdiri tanpa pondasi. Hawa Mahal sendiri bangunan dengan banyak jendela dan warnanya pink.

Oh iya, Jaipur juga disebut sebagai Pink City, karena kebanyakan bangunannya berwarna pink. Kami memilih untuk menikmati keindahan Hawa Mahal dari kafe seberang sambil menikmati makan siang. Lalu perjalanan kami lanjutkan ke Amber Fort.

Amber Fort ini luas dan megah. Disarankan ke sini pagi, karena foto kalian akan dramatis dengan adanya gajah-gajah yang bisa disewa untuk ditumpangi buat yang malas jalan kaki ke atas. Sayang sekali kami mengunjunginya sudah sore jadi tidak dapat foto gajahnya.

Dalam perjalanan ke Amber Fort, kami berhenti sebentar untuk menikmati keindahan Jal Mahal. Istana ini unik deh, ada di tengah-tengah danau coba bayangkan. Tidak ada akses ke sana kecuali naik perahu.

Istana ini tidak diperbolehkan masuk, jadi nikmatin saja keindahannya dari seberang daripada repot-repot harus sewa kapal dan endingnya nggak bisa masuk. Selain Amber Fort di Jaipur punya Nahargarh Fort dan Jaigarh Fort. Saya pribadi lebih suka menikmati pemandangan Jaipur dari Jaigarh Fort, karena benteng ini letaknya lebih tinggi dari benteng-benteng yang lain.Luar biasa indah!

Agra, kota ini juga tidak kalah indah. Taj Mahal yang namanya sudah tersohor sampai pelosok dunia ada di kota ini. Bus adalah transportasi yang kami pilih untuk berpindah kota dari Jaipur.

Membutuhkan waktu 4 jam untuk sampai ke Agra. Kalau masalah cara menyetir dan keadaan jalan di kota-kota besar India sudah jadi rahasia umum yah. Macet dan supir yang ugal-ugalan sudah menjadi makanan sehari-hari. Mari kita bahas yang indah-indah saja.

Taj Mahal, disarankan untuk mengunjungi Taj Mahal jam 6 pagi, karena antrean lebih sedikit serta udara yang masih segar bisa kamu nikmatin di sini. Di India, harga tiket masuk ke tempat wisata antara wisatawan lokal dan asing sangat jauh perbedaan harganya.

Contoh seperti di Taj Mahal, wisatawan asing dikenakan biaya Rs 1.100 setara kurang lebih Rp 235.000, sementara wisatawan lokalnya hanya dikenakan biaya Rs 50 setara Rp 11.000. Jadi nggak aneh yah kalo tempat wisatanya penuh dengan wisatawan lokal.

Kalau cerita tentang Taj Mahal sudah biasa kalian dengar, Taj Mahal dibangun untuk menunjukkan cintanya maharaja untuk istrinya. Istri yang ke-3 untuk informasi tambahan. Sayangnya Taj Mahal selesai dibuat setelah istrinya meninggal.

Selain Taj Mahal, Agra juga punya benteng yang terkenal, Agra Fort. Dari benteng ini bisa melihat Taj Mahal dari kejauhan. Red Fort punya kisah menyedihkan, Maharaja Shah Jahan diasingkan oleh anaknya sendiri di sini dan selama sisa hidupnya tidak boleh menginjakkan kaki di Taj Mahal.

Singkat cerita, raja punya tiga anak dan mereka saling berebut kekuasaan. Raja memilih anak yang salah untuk dibela. Anak yang dia bela kalah dalam pertempuran merebut kekuasaan dan akhirnya raja diasingkan.

Sekarang beralih ke ibu kota India, yaitu New Delhi. Delhi ada 2 bagian, New dan Old. Sesuai dengan namanya juga, kalo kawasan New Delhi lebih banyak gedung dan cenderung lebih teratur. Sementara bagian Old Delhinya lebih semerawut dan kotor.

Delhi juga menyimpan keunikannya tersendiri. Lokasi wisata yang bisa kunjungi di kota ini Red Fort (ya anda tidak salah baca, benteng lagi!), Jama Masjid, dan Chandni Chowk. Transportasi yang murah meriah di sini tuktuk alias bajaj. Tinggal berhentiin di pinggir jalan, bilang mau ke mana, tawar harga, selesai.

Cukup menjelajahi kota, kami mencari pemadangan yang segar-segar dulu nih. Lari dari polusi udara yang lumayan parah ke daerah pegunungan yang udaranya masih segar. Beralih dari suhu 30 derajat Celcius ke suhu 3 derajat Celcius. Untung saja kami selalu sedia Tolak Angin dalam setiap perjalanan, jadi masalah pergantian cuaca yang ekstrim tidak berpengaruh. Tolak Angin memang juaranya mengatasi masuk angin.

Jarak tempuh 1,5 jam pesawat dari New Delhi ke Srinagar sudah bisa membawa kamu keluar dari semerawutnya kota. Kashmir, mendengar namanya saja sudah ingat dengan Pashmina yah untuk para wanita.

Saatnya belanja pashmina dengan harga miring di sini. Eitss tunggu dulu selain Pashmina Kashmir sangat indah dengan pemandangan alamnya. Kami memilih kota Gulmarg dan Sonamarg untuk dikunjungi.

Srinagar kalian bisa menikmati dengan menyewa perahu yang relatif murah harganya Rs 500 setara dengan Rp 110.000 untuk 2 jam. Anda akan diajak mengitari Dal Lake (danau besar dan indah yang terkenal di Srinagar) dan akan diajak ke pasarnya yang kebanyakan penjualnya menjual pashmina.

Pasarnya terapung di atas danau. Tidak sedikit juga yang berjualan dengan perahu, merapatkan perahu jualannya ke perahu kami kemudian menawarkan barang jualanannya. Kebanyakan menawarkan jaket, aksesoris, topi, dan makanan.

Beralih ke pemandangan indah lainnya. Gulmarg, hanya butuh waktu 1,5 jam dengan menggunakan mobil dari Srinagar. Gulmarg indah dengan pemandangan Himalayanya. Asal kalian tahu, Gulmarg punya Gondola tertinggi di dunia (14.000 kaki dari permukaan laut), jadi nggak usah repot-repot hiking, kalian sudah bisa melihat salju dan pemadangan Himalaya yang luar biasa indah. Pastikan kalian naik Gondola sampai Phase 2 untuk menikmati keindahannya.

Selain Gulmarg, Sonamarg juga menyimpan pesonanya tersendiri. Bahkan menurut saya luar biasa indahnya! Dilarang tidur kalau melakukan perjalanan dari Srinangar ke Sonamarg. Butuh waktu 2 jam untuk sampai ke kota ini.

Sepanjang jalan kalian akan disuguhi permandangannya yang keren dan indah. Apalagi pergi waktu musim gugur, di mana kombinasi salju di puncak gunung dengan daun-daun dari hijau berubah kuning akan memanjakan matamu dengan keindahannya.

Jarak dari tempat parkir mobil ke wisata utamanya lumayan jauh sekitar 7 km, buat kamu yang malas jalan bisa menyewa kuda poni untuk sampai ke Thajiwas Glacier. Nego dengan benar dan nawar sangat disarankan di sini. Thajiwas Glacier diselimuti salju sepanjang tahun. Sepanjang jalan mengendarai kuda anda akan ternganga dengan keindahannya.

Kapok dengan macet dan semerawutnya kota terbayar lunas dengan keindahan alamnya. Incredible India!

Source : https://travel.detik.com/dtravelers_stories/u-4294629/jelajah-golden-triangle-kashmir-di-india-seru-banget

Jelajah Golden Triangle & Kashmir di India, Seru Banget!
Kisah Arkeolog Peneliti Lukisan Gua Kalimantan 40 Ribu Tahun
Memandang 10 Bali Baru dalam Bingkai Destinasi Digital
Jurnal: Seorang Inggris, India, dan Indonesia Masuk ke Sebuah Bar...
[LIMITED STOCK!] Related eBay Products