Begini 5 Kontroversi Fakta Hukum Yang Menjerat Zumi Zola

JawaPos.com - Gubernur Jambi nonaktif Zumi Zola Zulkifli dituntut 8 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider 6 bulan kurungan oleh jaksa penuntut umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi. Jaksa menilai, Zumi Zola terbukti menyuap 53 anggota DPRD dan menerima gratifikasi.

Jaksa menilai, mantan pesinetron itu menerima gratifikasi senilai Rp 44 miliar. Uang itu kemudian dipakai Zumi Zola untuk sejumlah keperluan pribadinya, mulai dari membeli hewan kurban, umrah, membeli action figure, jalan-jalan ke Amerika Serikat (AS) hingga akomodasi DPD PAN Kota Jambi.

1. Untuk membeli hewan kurban

Staf Pribadi Gubernur Jambi Non-Aktif Zumi Zola, Asrul Pandapotan Sihotang mengaku pernah membeli 25 sapi untuk dijadikan kurban oleh Zumi Zola. Namun, Asrul mengaku membelinya dengan uang dari seorang pengusaha bernama Paud Sakarin.

"Waktu itu 2017 beli sapi, waktu itu sapi yang mau diserahkan itu 11 ekor mewakili 11 kabupaten kota, lalu ada tambahan di DPD dan DPW PAN, Kabupaten Buong," kata Asrul saat memberikan kesaksian di sidang lanjutan kasus dugaan suap dan gratifikasi Zumi Zola di Pengadilan Negeri Tipikor Jakarta, Kamis (27/9) lalu.

2. Untuk umrah senilai Rp 300 juta

Zumi Zola dalam sidang pemeriksaan terdakwa pada Selasa (30/10) mengaku memakai uang gratifikasi untuk keperluan keluarganya. Bahkan uang tersebut dipakai untuk umrah.

Zumi melalui Apif Firmansyah pada Februari 2017, meminta Muhammad Imaduddin alias Iim menyetorkan uang tunai sebesar Rp 300 juta ke rekening biro perjalanan umroh di Bank Mandiri.

3. Membeli action figure di Singapura

Dalam dakwaan disebutkan, Zumi Zola membeli action figure dengan mentransfer uang pembayaran kepada penjual di Singapura oleh mantan Kadis PUPR Provinsi Jambi, Arfan seharga Rp 52 juta pada Oktober 2016.

Kemudian, pada November 2016 disebutkan juga Zumi melakukan pelunasan untuk pembelian action figure sebanyak 9 buah. Adapun total harganya mencapai USD 6.150.

4. Jalan-jalan ke AS

Zumi Zola mendapatkan uang saku senilai USD 30 ribu atau sekitar Rp 400 juta untuk perjalanannya ke Amerika Serikat (AS). Uang tersebut berasal dari sumbangan para pengusaha yang telah atau akan mendapat proyek di Provinsi Jambi.

"Waktu Pak Gubernur mau ke Amerika, saya ngaish uang sebesar USD 30 ribu, sekitar Rp 400 juta ke Pak Asrul. Saat itu Pak Asrul bilang, 'Pak Arfan kita nggak punya uang, tolong carikan uang untuk Pak Gubernur mau ke Amerika," ucap mantan Kadis PUPR Provinsi Jambi, Arfan saat menjadi saksi dalam persidangan beberapa waktu lalu.

5. Biaya akomodasi DPD PAN Kota Jambi

Dalam dakwaan disebutkan, uang sejumlah Rp 75 juta yang diberikan Muhammad Imaduddin alias Iim diberiman untuk biaya akomodasi pengurus Dewan Pengurus Daerah Partai Amanat Nasional (DPD PAN) Kota Jambi saat pelantikan Zumi Zola pada bulan Februari 2016 di Jakarta.

Selain itu, sejumlah Rp 274 juta untuk biaya pembelian 2 unit mobil Ambulance pada bulan Maret 2016 yang akan dihibahkan oleh Zumi Zola dan adiknya yakni Zumi Laza kepada DPD PAN Kota Jambi, tujuannya agar Zumi Laza dapat menjadi Ketua DPD PAN Kota Jambi dan dicalonkan sebagai Wali Kota Jambi 2018.

Tak hanya itu, uang sejumlah Rp 60 juta diberikan untuk memenuhi permintaan Zumi Laza guna pembayaran kekurangan sewa 2 tahun Kantor DPD PAN Kota Jambi di Jalan M. Yamin Kota Baru Jambi pada April 2016.

Zumi Zola pun menghibahkan uang sebesar Rp 3,3 miliar untuk Kampanye Pilkada Bupati Muaro Jambi yang diusung oleh PAN.

(rdw/JPC)

Source : https://www.jawapos.com/nasional/hukum-kriminal/08/11/2018/begini-5-kontroversi-fakta-hukum-yang-menjerat-zumi-zola

Begini 5 Kontroversi Fakta Hukum Yang Menjerat Zumi Zola
[LIMITED STOCK!] Related eBay Products